Butiran salju terus berjatuhan bersamaan dengan angin yang
semakin kencang berhembus, hingga dengan lancangnya mengoyak tatanan rambut
Annalise, seorang gadis keturunan Indonesia-Korea yang memiliki wajah bak
seorang putri dengan kulit putih susu dan kaki jenjang yang mampu membuat semua
pria menatapnya dengan kagum. Udara dingin itu menusuk kulitnya, hingga ia
terus mengeratkan hoodie yang ia kenakan. Sudah dua jam ia menunggu, namun yang
ia tunggu tak kunjung datang. Bahkan tak menjawabnya saat Annnalise terus
mencoba menghubunginya.
“Hah...”
dengus Annalise yang hampir putus asa menunggu kekasihnya itu
“Hey maaf
membuatmu menunggu lama” Sebuah suara menghentikan lamunannya
“...........”
Annalise hanya diam, tak berniat untuk menjawab saat ia tahu jika yang datang
adalah Kyuhyun, kekasihnya.
“Apa
kau sedang merajuk padaku ?” tanya Kyuhyun yang melihat kekasihnya hanya diam
dan tak mau menjawabnya. Bahkan menatapnya saja ia enggan.
“Hey
aku minta maaf. Tadi ada hal yang penting, jadi aku terlambat menemuimu.”
“Apa
ada yang lebih penting daripada aku?”
Kyuhyun
tersenyum mendengar penuturan kekasihnya. ‘Dia memang sangat manja, dan
benar-benar menggemaskan.’ Ucap Kyuhyun dalam hati
“Tentu
saja banyak yang lebih penting darimu, nona manis.” Ucap Kyuhyun berniat untuk
menggoda kekasihnya.
“Huh.”
Annalise membuang mukanya lalu beranjak bangun berniat untuk pergi, tapi saat
beberapa langkah sebuah tangan menahannya. Dan menariknya kembali hingga
terduduk lagi di kursi panjang bercat putih yang terbuat dari kayu itu.
“Dengarkan
dulu, aku belum selesai bicara.” Terang Kyuhyun pada kekasihnya
“Kau
tahu? Sejak dulu kau adalah bagian terpenting dalam hidupku.” Ucap Kyuhyun
dengan senyuman yang tulus
“Jadi
kenapa kau terlambat?” tanya Annalise
“Aku
punya kabar gembira untukmu, kau masih ingatkan apa impian terbesarku selama
ini?” tanya Kyuhyun dengan nada yang menggebu penuh antusias
“Tentu
saja, jika yang kau maksud adalah menjadi artis paling terkenal se-Korea
Selatan dan seluruh dunia.”
“Ya,
kau benar. Dan kau tahu tidak? Aku berhasil mengikuti audisi untuk menjadi
trainee di SW entertainment.” Terang Kyuhyun dengan senyum yang terus
mengembang di wajah tampannya
“SW
entertainmet, agensi terbesar di Korea Selatan? Kau serius?” tanya Annalise tak
percaya
“Tentu
saja aku serius, memangnya kau lupa jika setiap bulan aku selalu mengikuti
audisi disana.”
Benar,
kekasihnya memang sangat memimpikan untuk menjadi seorang artis terkenal. Ia
bahkan masih ingat saat kekasihnya tak pernah lelah untuk terus berlatih agar
diterima audisi. Sekalipun ia sudah ditolak puluhan kali. Kemauan dan ambisi
yang sangat kuat pada diri Kyuhyun
mengalahkan segalanya.
“Ya
Tuhan, aku senang mendengarnya. Selamat Kyu.” Jawab Annalise dengan senyum yang
mengembang dan kedua matanya yang menatap lekat kekasihnya, tatapan matanya
bertemu dengan sorot mata kekasihnya yang kini justru berubah menjadi sendu.
“Kau
kenapa Kyu? Bukankah kau harus bahagia, apa kau sakit?” tanya Annalise khawatir
saat wajah kekasihnya berubah menjadi sedih.
“Tidak.
Hanya saja sulit untuk menjelaskannya. Lusa aku sudah mulai menjalani masa
trainee di asrama, dan selama itu aku tidak bisa melakukan hal semauku. Aku harus
berlatih untuk debutku nanti. Dan sebelum waktu itu tiba mungkin aku tak akan
bisa menemuimu dulu. Aku, aku tidak tahu harus bagaimana. Apa bisa jika tak
bertemu denganmu dalam waktu yang lama?” terang Kyuhyun sambil menggenggam
kedua tangan Annalise dengan lembut
Mendengar penuturan kekasihnya
Annalise hanya mampu menghembuskan nafasnya, ia tahu SW entertaiment memang
bukan agensi main – main, melainkan agensi terbesar yang memiliki peraturan yang
ketat pada anak didiknya (artisnya). Apa ia harus merelakkan kekasihnya? Apa ia
sanggup tak bertemu kekasihnya dalam waktu yang mungkin cukup lama? Tapi apa
mungkin ia tega menahan kekasihnya menggapai impian terbesarnya yang akan
sedikit lagi ia gapai hanya karena keegoisannya? Petanyaan – pertanyaan itu
terus berkecamuk dalam dirinya.
“Tentu
saja bisa Kyunie, bukankah disana kau akan berlatih banyak hal untuk menjadi
seorang artis terkenal seperti apa yang kau impikan selama ini?” jawab Annalise
berusaha untuk menutupi kesedihannya
“Tapi
bagaimana denganmu?” tanya Kyuhyun
cemas, ia tahu jika kekasihnya itu hanya seorang diri di dunia ini. Karena
sejak kecil ia tinggal di panti asuhan, orang tuanya meninggal karena sebuah
kecelakaan.
“Aku
tak apa, aku janji akan baik – baik saja disini. Kau juga harus berjanji kalau
kau akan menjadi artis terkenal. “ ucap Annalise sambil tersenyum
“Akuuu
akan menunggumu Kyu.” Lanjut Annalise dengan suara paraunya, ia berusaha mati –
matian agar tak menangis dihadapan kekasihnya.
“Terima
kasih Annalise, aku janji aku akan berlatih dengan keras. Agar bisa secepatnya
debut dan kembali padamu.” Ujar Kyuhyun lantas memeluk kekasihnya erat.
“Aku
sulit bernafas Kyu.” Ucap Annalise saat dirasanya pelukan Kyuhyun membuatnya
kesulitan bernafas. Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan kekasihnya, lalu
melepaskan pelukannya.
“Maaf”
“Ya,
kau jangan terlalu keras berlatih, tapi kau juga harus memperhatikan kondisi
tubuhmu. Jangan sampai kau sakit.” Terang Annalise yang dibalas anggukan oleh
kekasihnya itu
“Aku
pasti akan merindukanmu Annalise.” Ucap Kyuhyun tulus
“Aku
juga Kyu.” Jawab Annalise dengan air mata yang sudah menggenang dipipinya.
Tes.
Air mata
itupun terjatuh, dengan derasnya. Kyuhyun yang melihatnya hanya diam dan
menghapus air mata kekasihnya itu
2
tahun kemudian
Seorang gadis cantik tengah berjalan
menyusuri jalanan kota Seoul dengan perasaan yang tak menentu, ia menjadi
seorang pendiam setelah kekasihnya benar – benar pergi mengejar impiannya,
namun tak menghubunginya sekalipun. Hingga sebuah layar besar yang ia lihat di
sebrang jalan menginterupsinya untuk berhenti.
“Kyu”
gumamnya lirih saat matanya menangkap sosok yang sangat ia rindukan pada sebuah
layar besar itu. Ya, tak salah lagi itu Kyuhyun kekasihnya.
“Kau
berhasil Kyu, kau berhasil mewujudkan impianmu.” Gadis itupun langsung berlalu
dan pulang menuju panti asuhan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
“Annalise.
Kau sudah pulang? Belanjaannya kau taruh saja di sana” ucap seorang ibu dengan
tangan yang ia arahkan pada sebuah meja.
“Iya,
bu.” Annalise menaruh barang belanjaannya dengan perasaan bahagia. Sejak tadi
sebuah senyuman tak pernah lepas dari
wajahnya
“Wah,
sepertinya ada yang tengah jatuh cinta.”
Sindir ibu panti tersebut
“Ibu
ini bicara apa? Ah, apa ibu sudah melihat televisi hari ini?”
“Belum,
memangnya kenapa?”
“Ibu
tahu tidak, tadi saat di jalan aku melihat Kyuhyun yang tengah bernyanyi dalam
sebuah layar di jalan. Suaranya sangat merdu, bahkan jauh lebih bagus dari yang
dulu. Aku senang sekali akhirnya dia debut. Dan itu artinya sebentar lagi ia
akan menemuiku, Bu.” Tutur Annalise dengan wajah yang berseri – seri. Dan
bersenandung dengan riang. Melihat tingkah anak asuhnya, ia hanya mampu
menggeleng – gelengkan kepalanya.
1
year later
“Ini
sudah satu tahun, tapi kenapa Kyuhyun tak kunjung menemuiku, atau hanya sekedar
menghubungiku. Apa ia lupa nomor ponselku? Padahal aku sengaja tak menggantinya
agar ia bisa menghubungiku kapanpun ia bisa. Apa dia melupakanku? Tidak, tidak
itu tidak mungkin. “ sejak tadi Annalise hanya berdiam diri dikamar sambil
menatap layar ponselnya. Akhir – akhir ini ia jadi sering sekali berselancar
dalam dunia maya hanya untuk sekedar mencari informasi menganai kekasihnya.
Setelah debutnya satu tahun yang
lalu, nama Cho Kyuhyun memang menjadi salah satu artis yang paling banyak
digemari terlebih oleh para gadis remaja. Tak hanya di Korea namun juga di
seluruh dunia. Mengingat musik K-Pop saat ini tengah digandrungi oleh banyak
masyarakat dunia. Suaranya yang khas dan merdu, tubuhnya yang sangat lihai
menari dan wajahnya yang tampan membuat siapa saja dengan mudah tertarik
padanya.
“Apa sebaiknya
aku menemuinya saja? Tapi bagaimana caranya ya, kemarin saat menonton konsernya
saja aku tak bisa menemuinya.” Ia
berjalan kesana kemari hingga kakinya berhenti saat telinganya mendengar sebuah
berita yang tengah menyala di luar kamarnya, sontak iapun berlari keluar untuk
memastikan jika ia hanya salah pendengaran saja.
“Cho
Kyuhyun, seorang artis terkenal yang memiliki suara khas dan wajah yang tampan
itu. Kini dikabarkan menjalin hubungan dengan artis cantik bernama Kim So Hee,
keduanya mengkonfirmasi hubungan tersebut saat ditemui usai menghadiri sebuah
acara penghargaan. Berikut hasil wawancaranya”
Tes...
Airmata
itu dengan lancangnya keluar begitu saja, Annalise terus menangis tanpa henti
sesaat setelah ia mendengar berita tersebut.
“Ini
tidak mungkin, dia bukan Cho Kyuhyunku. Dia orang lain, itu bukan Kyuhyunku. Ya
Tuhan, tapi kenapa rasanya sesak sekali.”
“Ka
Annalise kenapa?” tanya seoranag anak kecil yang merupakan adiknya di panti
tersebut. Mendengar suara itu Annalise langsung menghapus air matanya, dan
berusaha menghentikan isakannya.
“Kaka
tidak apa - apa sayang, lihat kakak baik
– baik saja.” Annalise menunjukkan senyuman terlebarnya di depan anak kecil
yang diketahui bernama Johyun itu.
“Syukurlah,
ini ada surat untuk kakak.” Johyun menyodorkan sebuah surat kepada Annalise
“Dari
siapa Johyun?”
“Tidak
tahu, tadi diantar pak pos. Yasudah aku pergi dulu ya kak” Johyun pun berlari menuju
teman – temannya yang berada di luar.
~
Annalise menghentikan langkahnya
saat ia sudah berada di sebuah gedung pencakar langit yang bernama SW building,
tempat dimana kekasihnya bernaung selama ini.
“Aku
akan menemuinya, ya aku harus menemuinya.” Ucap Annalise dengan penuh keyakinan
Saat ia hendak melangkah lagi, tiba
– tiba sebuah tangan menghalaunya untuk memasuki gedung tersebut.
“Maaf
Anda siapa, dan ada perlu apa Anda masuk ke dalam?” tanya salah seorang
bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam itu.
“Saya
Annalise, saya ingin menemui Kyuhyun.”
Terangnya pada pria dihadapannya
“Maaf,
dia tidak bisa bertemu dengan orang sembarangan.”
“Saya
bukan orang sembarangan dan dia bahkan mengenal saya.”
“Benarkah,
dimana dia mengenal Anda?”
“Tentu
saja dia mengenal saya, karena saya adalah kekasihnya.” Jawab Annalise penuh
percaya diri.
“Hahaha
Anda terlalu banyak berkhayal nona, saya tahu Anda memang cantik. Tapi bukan
berarti Anda bisa mengakuinya sebagai kekasih Anda.” Jawab pria itu dengan nada
mengejek.
“Ada
apa ini?” tegur seorang pria karena mendengar adanya keributan, terlebih itu
membawa nama artisnya, Cho Kyuhyun.
“Lihat
wanita ini, dia bilang dia kekasih Kyuhyun dan memaksa ingin menemuinya. Tentu
saja aku melarangnya.”
“Nona,
siapa namamu?” tanya Lee Kwan Jo, yang ternyata adalah manager dari Kyuhyun.
“Namaku
Annalise, apa aku bisa menemui Kyuhyun?” tanya Annalise penuh harap pada pria
dihadapannya
“Sepertinya
tidak bisa. Karena saat ini dia sedang di luar negeri. Mungkin lain waktu ya.” Jawabnya berbohong.
“Baiklah
tak apa, tapi aku ingin menitip ini. Tolong berikan padanya. Kalau begitu aku
permisi.” Annalise membungkukkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan gedung
tersebut.
Di lain tempat, terlihat seorang
pria yang menghembuskan nafasnya kasar. Sejak tadi ia terlihat sangat gelisah.
Hingga sebuah suara dering handphonenya
menghentikan kegiatannya.
“Halo.”
“Kyuhyun,
aku memiliki sebuah surat untukmu.”
“Surat
apa Hyung (panggilan kakak dalam bahasa korea)?”
“Surat
dari fansmu, haha dia lucu sekali. Dia bahkan memaksa untuk bertemu sampai
mengaku – ngaku jika kau adalah kekasihnya. Hahaha”
“Siapa
namanya hyung?”
“Umm,
kalu tidak salah Anna...(menggantungkan kalimatnya)”
“Annalise?”
“Ya
tepat sekali”
“Benarkah?”
“Ya”
“Mana
suratnya? Kau dimana sekarang?”
“Aku
di SW building”
“Diam
dan tunggu aku”
PIP
Kyuhyun
langsung menghentikan telponnya. Dan berlari keluar apartementnya.
“Mana
suratnya hyung?”
“Ini..”
Manager Lee menyodorkan surat itu pada Kyuhyun
Kyuhyunpun
berlalu meninggalkan managernya. Hingga ia sampai pada sebuah ruangan
khususnya. Dan perlahan membuka surat yang sejak tadi ia genggam.
To
: Kyunie Oppa (panggilan Annalise pada Kyuhyun)
Hai Oppa, apa kabar? Lama tak
bertemu, apa kau merindukanku? Sepertinya tidak ya. Padahal aku sangat
merindukanmu, aku merindukan suaramu, sifat evilmu, tingkah konyolmu untuk
menghiburku yang sedang bersedih, aku merindukan saat – saat kebersamaan kita.
Kalau boleh aku bertanya, bisakah itu terulang kembali, Oppa?
Aku menulis surat ini dengan susah payah, menakutkan banyak
hal. Aku takut suratnya tak mau kau baca, atau tak tersampaikan padamu.
Mengingat sekarang sangat sulit untuk bertemu denganmu. Oh iya, selamat Oppa.
Sekarang kau sudah berhasil mewujudkan impianmu sebagai seorang penyanyi
terkenal. Sekarang, wajahmu ada dimana-mana. Bukankah itu impianmu? Aku sangat
senang mengetahuinya, kerja kerasmu terbayar sudah walaupun di sisi lain aku
bersedih karena tak bisa seperti dulu lagi denganmu. Kau tahu? Rasanya sesak
sekali melihat kau digilai semua wanita, bahkan kau memiliki wanita lain,
sialnya dia lebih cantik dari aku. Haha tentu saja ya. Bukankah dia seorang
artis juga?
Dua tahun menunggu, rasanya bukan waktu yang lama. Tak apa
jika aku harus menunggu lebih lama dari ini. Kau tahu apa alasannya? Karena aku
sangat mencintaimu, tapi aku sadar. Kau adalah seorang bintang besar sekarang,
kau berada di tingkat teratas. Bagaimana bisa aku menggapaimu, rasanya bermimpi
saja tak diperbolehkan. Jadi mulai sekarang biarlah aku melihatmu dari kejauhan
saja, melihatmu bersinar semakin terang hingga menyilaukan semua mata yang
memandangnya.
Oppa, aku juga ingin mengejar impianku yang sempat tertunda.
Jadi setelah kau membaca surat ini, aku sudah tak berada di tempat itu lagi. Selamat
tinggal ya Oppa, terima kasih atas semuanya. Selama ini kau sangat baik
menjagaku sejak kecil. Hiduplah dengan baik. ^^
Aku yang mencintaimu
-Annalise-
Tes..
Kyuhyun
menangis setelah membaca surat dari kekasihnya itu. tangannya mengepal erat dan
membuang kertas itu sembarangan.
“Kau
salah Annalise, aku tak pernah melupakanmu.“ teriaknya frustasi
“Maaf
Annalise, aku benar- benar menyesal.”
Suaranya melemah dan ia menjatuhkan badannya ke lantai.
“Aku
mencintaimu, aku masih sangat mencintaimu.”
-END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar