Kamis, 19 Maret 2015

Fanfiction Kyuhyun - Penantian Tak Berbuah

Butiran salju terus berjatuhan bersamaan dengan angin yang semakin kencang berhembus, hingga dengan lancangnya mengoyak tatanan rambut Annalise, seorang gadis keturunan Indonesia-Korea yang memiliki wajah bak seorang putri dengan kulit putih susu dan kaki jenjang yang mampu membuat semua pria menatapnya dengan kagum. Udara dingin itu menusuk kulitnya, hingga ia terus mengeratkan hoodie yang ia kenakan. Sudah dua jam ia menunggu, namun yang ia tunggu tak kunjung datang. Bahkan tak menjawabnya saat Annnalise terus mencoba menghubunginya.
“Hah...” dengus Annalise yang hampir putus asa menunggu kekasihnya itu
“Hey maaf membuatmu menunggu lama” Sebuah suara menghentikan lamunannya
“...........” Annalise hanya diam, tak berniat untuk menjawab saat ia tahu jika yang datang adalah Kyuhyun, kekasihnya.
“Apa kau sedang merajuk padaku ?” tanya Kyuhyun yang melihat kekasihnya hanya diam dan tak mau menjawabnya. Bahkan menatapnya saja ia enggan.
“Hey aku minta maaf. Tadi ada hal yang penting, jadi aku terlambat menemuimu.”
“Apa ada yang lebih penting daripada aku?” 
Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan kekasihnya. ‘Dia memang sangat manja, dan benar-benar menggemaskan.’ Ucap Kyuhyun dalam hati
“Tentu saja banyak yang lebih penting darimu, nona manis.” Ucap Kyuhyun berniat untuk menggoda kekasihnya.
“Huh.” Annalise membuang mukanya lalu beranjak bangun berniat untuk pergi, tapi saat beberapa langkah sebuah tangan menahannya. Dan menariknya kembali hingga terduduk lagi di kursi panjang bercat putih yang terbuat dari kayu itu.
“Dengarkan dulu, aku belum selesai bicara.” Terang Kyuhyun pada kekasihnya
“Kau tahu? Sejak dulu kau adalah bagian terpenting dalam hidupku.” Ucap Kyuhyun dengan senyuman yang tulus
“Jadi kenapa kau terlambat?” tanya Annalise
“Aku punya kabar gembira untukmu, kau masih ingatkan apa impian terbesarku selama ini?” tanya Kyuhyun dengan nada yang menggebu penuh antusias
“Tentu saja, jika yang kau maksud adalah menjadi artis paling terkenal se-Korea Selatan dan seluruh dunia.”
“Ya, kau benar. Dan kau tahu tidak? Aku berhasil mengikuti audisi untuk menjadi trainee di SW entertainment.” Terang Kyuhyun dengan senyum yang terus mengembang di wajah tampannya
“SW entertainmet, agensi terbesar di Korea Selatan? Kau serius?” tanya Annalise tak percaya
“Tentu saja aku serius, memangnya kau lupa jika setiap bulan aku selalu mengikuti audisi disana.”
            Benar, kekasihnya memang sangat memimpikan untuk menjadi seorang artis terkenal. Ia bahkan masih ingat saat kekasihnya tak pernah lelah untuk terus berlatih agar diterima audisi. Sekalipun ia sudah ditolak puluhan kali. Kemauan dan ambisi yang sangat kuat  pada diri Kyuhyun mengalahkan segalanya.
“Ya Tuhan, aku senang mendengarnya. Selamat Kyu.” Jawab Annalise dengan senyum yang mengembang dan kedua matanya yang menatap lekat kekasihnya, tatapan matanya bertemu dengan sorot mata kekasihnya yang kini justru berubah menjadi sendu.
“Kau kenapa Kyu? Bukankah kau harus bahagia, apa kau sakit?” tanya Annalise khawatir saat wajah kekasihnya berubah menjadi sedih.
“Tidak. Hanya saja sulit untuk menjelaskannya. Lusa aku sudah mulai menjalani masa trainee di asrama, dan selama itu aku tidak bisa melakukan hal semauku. Aku harus berlatih untuk debutku nanti. Dan sebelum waktu itu tiba mungkin aku tak akan bisa menemuimu dulu. Aku, aku tidak tahu harus bagaimana. Apa bisa jika tak bertemu denganmu dalam waktu yang lama?” terang Kyuhyun sambil menggenggam kedua tangan Annalise dengan lembut
            Mendengar penuturan kekasihnya Annalise hanya mampu menghembuskan nafasnya, ia tahu SW entertaiment memang bukan agensi main – main, melainkan agensi terbesar yang memiliki peraturan yang ketat pada anak didiknya (artisnya). Apa ia harus merelakkan kekasihnya? Apa ia sanggup tak bertemu kekasihnya dalam waktu yang mungkin cukup lama? Tapi apa mungkin ia tega menahan kekasihnya menggapai impian terbesarnya yang akan sedikit lagi ia gapai hanya karena keegoisannya? Petanyaan – pertanyaan itu terus berkecamuk dalam dirinya.
“Tentu saja bisa Kyunie, bukankah disana kau akan berlatih banyak hal untuk menjadi seorang artis terkenal seperti apa yang kau impikan selama ini?” jawab Annalise berusaha untuk menutupi kesedihannya
“Tapi bagaimana denganmu?”  tanya Kyuhyun cemas, ia tahu jika kekasihnya itu hanya seorang diri di dunia ini. Karena sejak kecil ia tinggal di panti asuhan, orang tuanya meninggal karena sebuah kecelakaan.
“Aku tak apa, aku janji akan baik – baik saja disini. Kau juga harus berjanji kalau kau akan menjadi artis terkenal. “ ucap Annalise sambil tersenyum
“Akuuu akan menunggumu Kyu.” Lanjut Annalise dengan suara paraunya, ia berusaha mati – matian agar tak menangis dihadapan kekasihnya.
“Terima kasih Annalise, aku janji aku akan berlatih dengan keras. Agar bisa secepatnya debut dan kembali padamu.” Ujar Kyuhyun lantas memeluk kekasihnya erat.
“Aku sulit bernafas Kyu.” Ucap Annalise saat dirasanya pelukan Kyuhyun membuatnya kesulitan bernafas. Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan kekasihnya, lalu melepaskan pelukannya.
“Maaf”
“Ya, kau jangan terlalu keras berlatih, tapi kau juga harus memperhatikan kondisi tubuhmu. Jangan sampai kau sakit.” Terang Annalise yang dibalas anggukan oleh kekasihnya itu
“Aku pasti akan merindukanmu Annalise.” Ucap Kyuhyun tulus
“Aku juga Kyu.” Jawab Annalise dengan air mata yang sudah menggenang dipipinya.
Tes. Air mata itupun terjatuh, dengan derasnya. Kyuhyun yang melihatnya hanya diam dan menghapus air mata kekasihnya itu

2 tahun kemudian
            Seorang gadis cantik tengah berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dengan perasaan yang tak menentu, ia menjadi seorang pendiam setelah kekasihnya benar – benar pergi mengejar impiannya, namun tak menghubunginya sekalipun. Hingga sebuah layar besar yang ia lihat di sebrang jalan menginterupsinya untuk berhenti.
“Kyu” gumamnya lirih saat matanya menangkap sosok yang sangat ia rindukan pada sebuah layar besar itu. Ya, tak salah lagi itu Kyuhyun kekasihnya.
“Kau berhasil Kyu, kau berhasil mewujudkan impianmu.” Gadis itupun langsung berlalu dan pulang menuju panti asuhan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

“Annalise. Kau sudah pulang? Belanjaannya kau taruh saja di sana” ucap seorang ibu dengan tangan yang ia arahkan pada sebuah meja.
“Iya, bu.” Annalise menaruh barang belanjaannya dengan perasaan bahagia. Sejak tadi sebuah senyuman  tak pernah lepas dari wajahnya
“Wah, sepertinya ada yang tengah jatuh cinta.”  Sindir ibu panti tersebut
“Ibu ini bicara apa? Ah, apa ibu sudah melihat televisi hari ini?”
“Belum, memangnya kenapa?”
“Ibu tahu tidak, tadi saat di jalan aku melihat Kyuhyun yang tengah bernyanyi dalam sebuah layar di jalan. Suaranya sangat merdu, bahkan jauh lebih bagus dari yang dulu. Aku senang sekali akhirnya dia debut. Dan itu artinya sebentar lagi ia akan menemuiku, Bu.” Tutur Annalise dengan wajah yang berseri – seri. Dan bersenandung dengan riang. Melihat tingkah anak asuhnya, ia hanya mampu menggeleng – gelengkan kepalanya.

1 year later
“Ini sudah satu tahun, tapi kenapa Kyuhyun tak kunjung menemuiku, atau hanya sekedar menghubungiku. Apa ia lupa nomor ponselku? Padahal aku sengaja tak menggantinya agar ia bisa menghubungiku kapanpun ia bisa. Apa dia melupakanku? Tidak, tidak itu tidak mungkin. “ sejak tadi Annalise hanya berdiam diri dikamar sambil menatap layar ponselnya. Akhir – akhir ini ia jadi sering sekali berselancar dalam dunia maya hanya untuk sekedar mencari informasi menganai kekasihnya.
            Setelah debutnya satu tahun yang lalu, nama Cho Kyuhyun memang menjadi salah satu artis yang paling banyak digemari terlebih oleh para gadis remaja. Tak hanya di Korea namun juga di seluruh dunia. Mengingat musik K-Pop saat ini tengah digandrungi oleh banyak masyarakat dunia. Suaranya yang khas dan merdu, tubuhnya yang sangat lihai menari dan wajahnya yang tampan membuat siapa saja dengan mudah tertarik padanya.
“Apa sebaiknya aku menemuinya saja? Tapi bagaimana caranya ya, kemarin saat menonton konsernya saja aku tak bisa menemuinya.”  Ia berjalan kesana kemari hingga kakinya berhenti saat telinganya mendengar sebuah berita yang tengah menyala di luar kamarnya, sontak iapun berlari keluar untuk memastikan jika ia hanya salah pendengaran saja.
“Cho Kyuhyun, seorang artis terkenal yang memiliki suara khas dan wajah yang tampan itu. Kini dikabarkan menjalin hubungan dengan artis cantik bernama Kim So Hee, keduanya mengkonfirmasi hubungan tersebut saat ditemui usai menghadiri sebuah acara penghargaan. Berikut hasil wawancaranya”

Tes...
Airmata itu dengan lancangnya keluar begitu saja, Annalise terus menangis tanpa henti sesaat setelah ia mendengar berita tersebut.
“Ini tidak mungkin, dia bukan Cho Kyuhyunku. Dia orang lain, itu bukan Kyuhyunku. Ya Tuhan, tapi kenapa rasanya sesak sekali.”
“Ka Annalise kenapa?” tanya seoranag anak kecil yang merupakan adiknya di panti tersebut. Mendengar suara itu Annalise langsung menghapus air matanya, dan berusaha menghentikan isakannya.
“Kaka tidak apa -  apa sayang, lihat kakak baik – baik saja.” Annalise menunjukkan senyuman terlebarnya di depan anak kecil yang diketahui bernama Johyun itu.
“Syukurlah, ini ada surat untuk kakak.” Johyun menyodorkan sebuah surat kepada Annalise
“Dari siapa Johyun?”
“Tidak tahu, tadi diantar pak pos. Yasudah aku pergi dulu ya kak” Johyun pun berlari menuju teman – temannya yang berada di luar.
~
            Annalise menghentikan langkahnya saat ia sudah berada di sebuah gedung pencakar langit yang bernama SW building, tempat dimana kekasihnya bernaung selama ini.
“Aku akan menemuinya, ya aku harus menemuinya.” Ucap Annalise dengan penuh keyakinan
            Saat ia hendak melangkah lagi, tiba – tiba sebuah tangan menghalaunya untuk memasuki gedung tersebut.
“Maaf Anda siapa, dan ada perlu apa Anda masuk ke dalam?” tanya salah seorang bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam itu.
“Saya Annalise, saya ingin menemui Kyuhyun.”  Terangnya pada pria dihadapannya
“Maaf, dia tidak bisa bertemu dengan orang sembarangan.”
“Saya bukan orang sembarangan dan dia bahkan mengenal saya.”
“Benarkah, dimana dia mengenal Anda?”
“Tentu saja dia mengenal saya, karena saya adalah kekasihnya.” Jawab Annalise penuh percaya diri.
“Hahaha Anda terlalu banyak berkhayal nona, saya tahu Anda memang cantik. Tapi bukan berarti Anda bisa mengakuinya sebagai kekasih Anda.” Jawab pria itu dengan nada mengejek.
“Ada apa ini?” tegur seorang pria karena mendengar adanya keributan, terlebih itu membawa nama artisnya, Cho Kyuhyun.
“Lihat wanita ini, dia bilang dia kekasih Kyuhyun dan memaksa ingin menemuinya. Tentu saja aku melarangnya.”
“Nona, siapa namamu?” tanya Lee Kwan Jo, yang ternyata adalah manager dari Kyuhyun.
“Namaku Annalise, apa aku bisa menemui Kyuhyun?” tanya Annalise penuh harap pada pria dihadapannya
“Sepertinya tidak bisa. Karena saat ini dia sedang di luar negeri. Mungkin lain waktu ya.”  Jawabnya berbohong.
“Baiklah tak apa, tapi aku ingin menitip ini. Tolong berikan padanya. Kalau begitu aku permisi.” Annalise membungkukkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan gedung tersebut.

            Di lain tempat, terlihat seorang pria yang menghembuskan nafasnya kasar. Sejak tadi ia terlihat sangat gelisah. Hingga sebuah suara dering handphonenya  menghentikan kegiatannya.
“Halo.”
“Kyuhyun, aku memiliki sebuah surat untukmu.”
“Surat apa Hyung (panggilan kakak dalam bahasa korea)?”
“Surat dari fansmu, haha dia lucu sekali. Dia bahkan memaksa untuk bertemu sampai mengaku – ngaku jika kau adalah kekasihnya. Hahaha”
“Siapa namanya hyung?”
“Umm, kalu tidak salah Anna...(menggantungkan kalimatnya)”
“Annalise?”
“Ya tepat sekali”
“Benarkah?”
“Ya”
“Mana suratnya? Kau dimana sekarang?”
“Aku di SW building”
“Diam dan tunggu aku”
PIP
Kyuhyun langsung menghentikan telponnya. Dan berlari keluar apartementnya.

“Mana suratnya hyung?”
“Ini..” Manager Lee menyodorkan surat itu pada Kyuhyun
Kyuhyunpun berlalu meninggalkan managernya. Hingga ia sampai pada sebuah ruangan khususnya. Dan perlahan membuka surat yang sejak tadi ia genggam.

To : Kyunie Oppa (panggilan Annalise pada Kyuhyun)

            Hai Oppa, apa kabar? Lama tak bertemu, apa kau merindukanku? Sepertinya tidak ya. Padahal aku sangat merindukanmu, aku merindukan suaramu, sifat evilmu, tingkah konyolmu untuk menghiburku yang sedang bersedih, aku merindukan saat – saat kebersamaan kita. Kalau boleh aku bertanya, bisakah itu terulang kembali, Oppa?

Aku menulis surat ini dengan susah payah, menakutkan banyak hal. Aku takut suratnya tak mau kau baca, atau tak tersampaikan padamu. Mengingat sekarang sangat sulit untuk bertemu denganmu. Oh iya, selamat Oppa. Sekarang kau sudah berhasil mewujudkan impianmu sebagai seorang penyanyi terkenal. Sekarang, wajahmu ada dimana-mana. Bukankah itu impianmu? Aku sangat senang mengetahuinya, kerja kerasmu terbayar sudah walaupun di sisi lain aku bersedih karena tak bisa seperti dulu lagi denganmu. Kau tahu? Rasanya sesak sekali melihat kau digilai semua wanita, bahkan kau memiliki wanita lain, sialnya dia lebih cantik dari aku. Haha tentu saja ya. Bukankah dia seorang artis juga? 

Dua tahun menunggu, rasanya bukan waktu yang lama. Tak apa jika aku harus menunggu lebih lama dari ini. Kau tahu apa alasannya? Karena aku sangat mencintaimu, tapi aku sadar. Kau adalah seorang bintang besar sekarang, kau berada di tingkat teratas. Bagaimana bisa aku menggapaimu, rasanya bermimpi saja tak diperbolehkan. Jadi mulai sekarang biarlah aku melihatmu dari kejauhan saja, melihatmu bersinar semakin terang hingga menyilaukan semua mata yang memandangnya.
Oppa, aku juga ingin mengejar impianku yang sempat tertunda. Jadi setelah kau membaca surat ini, aku sudah tak berada di tempat itu lagi. Selamat tinggal ya Oppa, terima kasih atas semuanya. Selama ini kau sangat baik menjagaku sejak kecil. Hiduplah dengan baik. ^^

Aku yang mencintaimu         
          -Annalise-

Tes..
Kyuhyun menangis setelah membaca surat dari kekasihnya itu. tangannya mengepal erat dan membuang kertas itu sembarangan.
“Kau salah Annalise, aku tak pernah melupakanmu.“ teriaknya frustasi
“Maaf  Annalise, aku benar- benar menyesal.” Suaranya melemah dan ia menjatuhkan badannya ke lantai.
“Aku mencintaimu, aku masih sangat mencintaimu.”

-END-